Skip to main content

School, Lifetime Prospects and the Role of the Transition from School to Work

The ‘School, Lifetime Prospects and the Role of the Transition from School to Work’ project is an exciting new program of research on the nexus between the education sector and the labour market in Indonesia, being undertaken by Associate Professors Ruhul Salim and Siobhan Austen and Professor Helen Cabalu of Curtin University, and Dr Losina Purnastuti of Universitas Negeri Yogyakarta in Indonesia. It is supported by the Australian Aid Australian Development Research Awards Scheme (ADRAS), and will run from 2013-2016.

Read about the project in Bahasa Indonesian.

Education as a Means towards Economic Growth

The expansion of a country’s education sector is often viewed as a way of achieving faster economic growth. Past research has focused on the level of education (primary, secondary, tertiary, and in Indonesia, General or Vocational secondary education) where government funding might be directed. These studies have been based around the calculation of the rate of the return on the investment in education. In developing countries the return on investment in education is typically quite high, which provides empirical support for further investment in the education sector. In Indonesia, however, research by Purnastuti, Miller and Salim, which will appear in the August 2013 issue of the Bulletin of Indonesian Economic Studies, has shown that the rate of return on investment in education is comparatively low.

Why is the Return to Schooling in Indonesia Low?

Individuals (and nations) will not capture an adequate return on their investment in education if they cannot find work at the completion of their schooling or degree program, or if they end up working in jobs for which they are not suitably qualified. Recent analysis of the absorption of recent graduates into the labour market has found that many are over-educated for the types of jobs in which they are employed. Over-education issues will be a focus of this new research in Indonesia.

This Study

This study examines the impact of the match between the workers’ educational qualifications and the educational requirements of the jobs in which they work on the returns to education. It examines the role of the transition from school to work in affecting this fundamental labour absorption issue. It will do this through detailed analysis of existing data sets, such as the Indonesia Family Life Survey, through the collection of detailed information on 2000 youth in Indonesia, and through focus group sessions with employees in Indonesia.

This study will document for the contemporary Indonesian education sector and labour market:

  • Differences in school completion rates across difference socio-economic groups.
  • Variations in the transition from school to work across different socio-economic groups.
  • The importance of early childhood factors, such as child health and early childhood circumstances, on the transition from school to work.  These early childhood factors are often more amenable to policy initiatives.
  • The incidence of mismatch between education qualifications and job requirements.
  • Employees’ views on the job readiness of recent graduates.

Expected Outcomes

This study aims to establish a body of evidence that offers the prospect of improving the life changes of future cohorts of young Indonesians. This prospect will be enhanced considerably by the targeted nature of the information that will be collected in the survey, such as on the impediments to the effective utilisation of a young worker’s qualifications and skills. The proposed focus groups, which will bring employers’ views to bear on the research findings, will also enhance the policy relevance.

Publications

L. Purnastuti, P.W. Miller, and R. Salim. 2013. “Declining Rates of Return to Education: Evidence for Indonesia.” Bulletin of Indonesian Economic Studies 49 (2): 213-236.


Bahasa Indonesian section

Sekolah, Prospek Seumur Hidup dan Peran Transisi dari Sekolah ke Dunia Kerja

Proyek ini merupakan program penelitian baru tentang hubungan antara sektor pendidikan dan pasar tenaga kerja di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang manfaat ekonomi berbagai tingkat pendidikan di Indonesia, dan menjelaskan alasan mengapa sebagian kaum muda Indonesia tidak mencapai tingkat keberhasilan ekonomi setinggi kaum muda lainnya dari pencapaian suatu tingkat pendidikan tertentu. Dalam hal ini penelitian ini akan difokuskan pada hubungan antara jenis pendidikan yang ditempuh dan syarat pendidikan yang diperlukan oleh suatu bidang pekerjaan di mana individu tersebut bekerja. Pada saat yang sama, penelitian ini akan mencoba untuk mengetahui alasan mengapa sebagian anak meninggalkan bangku sekolah lebih awal meskipun manfaat ekonomi yang diperoleh dari setiap tambahan tahun pendidikan cukup besar.

Mengapa Indonesia?

Perluasan sektor pendidikan suatu negara sering dipandang sebagai cara untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat. Penelitian terdahulu lebih difokuskan pada jenjang pendidikan (pendidikan dasar, pendidikan memengah, pendidikan tinggi, dan di Indonesia, Sekolah Menengah Atas atau Sekolah Menengah Kejuruan) yang mana dana pemerintah sebaiknya diarahkan. Kajian dari berbagai penelitian terdahulu tersebut berbasis  pada perhitungan tingkat pengembalian investasi pendidikan. Di negara berkembang pengembalian atas investasi pendidikan biasanya cukup tinggi, hal tersebut memberikan dukungan empiris untuk melakukan investasi lebih lanjut di sektor pendidikan. Akan tetapi hasil penelitian yang dilakukan oleh Purnastuti, Miller dan Salim, yang dipublikasikan di Bulletin of Indonesian Economic Studies edisi Agustus 2013, menunjukkan bahwa tingkat pengembalian atas investasi pendidikan di Indonesia relatif rendah.

Mengapa Pengembalian Investasi Pendidikan di Indonesia Rendah?

Individu-individu (dan negara) tidak akan memperoleh pengembalian yang memadai atas investasi pendidikan yang mereka lakukan jika mereka tidak memperoleh pekerjaan setelah mereka menyelesaikan pendidikan, atau jika pada akhirnya mereka bekerja akan tetapi tidak sesuai dengan kualifikasi yang seharusnya. Analisis terkini mengenai penyerapan para lulusan baru di pasar tenaga kerja menunjukkan bahwa banyak lulusan baru tersebut yang ternyata berkualifikasi pendidikan lebih tinggi (over-educated) untuk jenis pekerjaan di mana mereka bekerja. Isu-isu mengenai over-education ini akan menjadi fokus dari penelitian baru ini di Indonesia.

Hasil yang Diharapkan

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun seperangkat bukti yang menawarkan prospek perbaikan kualitas hidup generasi muda Indonesia masa depan. Prospek perbaikan kualitas hidup ini akan diperluas dengan berbagai karakter informasi yang akan dikumpulkan melalui survey pada 2000 kaum muda Indonesia, dan beberapa sesi focus group discussion dengan para atasan atau pihak yang mempekerjakan tenaga kerja di Indonesia. Informasi tersebut antara lain mengenai hambatan pemanfaatan yang efektif kualifikasi dan keterampilan pekerja muda. Focus Group Discussion yang akan dilakukan dengan kelompok fokus para atasan atau pihak yang mempekerjakan tenaga kerja untuk merumuskan berbagai pandangan para atasan ini juga akan meningkatkan relevansi kebijakan.

Output dari kajian ini berupa laporan yang mendokumentasikan sektor pendidikan dan pasar tenaga kerja Indonesia, diantaranya adalah sebabagai berikut:

  • Perbedaan dalam tingkat kelulusan sekolah antar kelompok sosio-ekonomi yang berbeda.
  • Variasi dalam transisi dari sekolah ke dunia kerja pada kelompok sosial ekonomi yang berbeda.
  • Pentingnya faktor-faktor usia dini, seperti kesehatan anak dan kondisi di masa kanak-kanak, pada transisi dari sekolah ke dunia kerja. Faktor-faktor usia dini ini seringkali relatif dapat diterima untuk inisiatif kebijakan.
  • Luasnya dampak ketidaksesuaian antara kualifikasi pendidikan dan persyaratan kerja.
  • Pandangan pekerja pada kesiapan kerja para lulusan baru.

The research has been funded by the Australian Government through the Australian Development Research Awards Scheme (ADRAS) under an award titled How does the transition from school to work affect later lifetime prospects?

The views expressed are those of the author(s) and not necessarily those of the Commonwealth of Australia. The Commonwealth of Australia accepts no responsibility for any loss, damage or injury resulting from reliance on any of the information or views contained in this publication.